SELAMAT DATANG DI:http://ahmadsyahbio.tk atau ahmadsyahbio.blogspot.com Sebagai kumpulan bacaan di ambil dari berbagai sumber untuk menambah pengetahuan kita semoga bermanfaat silahkan tinggalkan komentar anda...terimakasih.

Selasa, 19 Januari 2010

JUDUL PEDAGANG KAKI LIMA



JUDUL

PEDAGANG KAKI LIMA
(DAMPAK YANG TERJADI)

KATAPENGANTAR
ALHAMDULILAH Puji syukur kita panjat kan kepada Alloh swt
Kita sampai sa at ini  diberi anugerah kesehatan ketentraman  .yang diberikan oleh alloh swt kepada kita sebagai umat nya. yang hidup di Negara  indonesia tercinta
 Dengan makalah tentang pedagang kaki lima ini kita coba melihat dengan hati dan perasaan .Atas dasar apa mereka dengan berani beraninya melanggar aturan yang berlaku .
Dan apa saja hal hal yang menyebabkan timbul dan menjamurnya para pedagang kaki lima dan penulis makalah ini pun sempat menjadi atau ber profesi sebagai pedagang kaki lima dan pernah merasakan betapa ber artinya menjadi se orang pedagang kaki lima dengan menggantungkan  hidup sebagai PKL  beserta harapan untuk bisa hidup memenuhi kebutuhan pokok seharihari dan berharap hidup layak sebagai mana yang di alami oleh orang lain pada umumnya..
Dengan makalah ini semoga di masa yang akan datang kita semua merasa nyaman sebagai pejalan kaki atau pengendara kendaraan .. tetapi tanpa merampas HAM para pedagang kaki lima .masalah nya ketertiban umum yang harus diperhatikan.
 TETAPI di  jaman sekarang PKL itu bukan hanya pedagang kecil saja .sampai sampai dealer motor keliling pun menjajakan sepeda motor dengan menggunakan lokasi lokasi emperan juga
karena cara pemasaran tsb Dinilai sangat efektif
                                                                                         Penulis  :ahmad syah

                                                                      Ciamis  2010

                                                    

BAB I. PENDAHULUAN

masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. Faktor Ekonomi    : Kemiskinan, pengangguran, “Pedagang Kaki Lima”  .pedagang asongan, dll. .
Walaupun  pada kenyataan nya  keberadaan mereka di anggap menggangu ketertiban umum  Akan tetapi Mereka Adalah Bagian Dari Masyarakat Kita Yang memiliki HAM .
meskipun bentrok dengan HAM pejalan kaki, dan pengguna jalan lainya  .tentunya dengan penulisan makalah ini marilah kita cari solusi yang terbaik.
Ini masalah yang mesti dicari jalan keluarnya. Pemerintah kota jangan hanya terampil menggusur para PKL, tanpa ada solusi yang ditawarkan .
definisi pedagang kaki lima :
yang ada ti trotoar jalan pusat kota alun –alun Dan  Wahana Rekreasi Di lokasi emperan emperan toko pusat per belanjaan ,lokasi Depan Mesjid Agung ,Rumah sakit, terminal ,halteu bis ,

A. Latar belakang dari munculnya pkl

Urbanisasi karena di Desa kurang kesempatan dan lapangan pekerjaan Dibanding di perkotaan

Dikarenakan sampai saat ini jumlah lapangan  pekerjaan lebih sedikit dibanding jumlah pencari kerja  ya tentunya dengan Desakan desakan kebutuhan yang tidak bisa di bendung dan tidak mungkin untuk dihindari .segala hal yang ber urusan dengan “PERUT” pekerjaan apa pun pasti di tempuh dan setelah saya sendiri ber tukar fikiran dengan pedagang kaki lima di daerah Tasikmalaya,Jakarta,Bandung, pada prinsip nya mereka semua  berjualan di trotoar jalan ,di kolong kolong jalan layang  ,dijalan macet lampu merah dll

Adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup nya didunia ini .dan bukan hanya ke butuhan dia sendiri tetapi kebutuhan hidup seluruh keluarga  mereka semua harus menafkahi anak dan istri mereka .dan sebagai bekal untuk ber ibadah karena mereka berkata tidak mungkin orang bisa berfikir bisa beribadah dengan tenang apabila dia tidak bisa mencari sesuap nasi .tidak menunaikan kewajiban mereka selaku kepala keluarga sebagai orangtua yang wajib menafkahi seluruh keluarga , mungkin yang terpikir hanya lah bagai mana caranya supaya kita bisa makan hari ini.dan bisa mencukupi berbagai macam kebutuhan..

Pedagang kecil biasa nya di trotoar , tapi selain di trotoar misalnya di emperan pasar ,alun alun , dan pusat pusat keramaian lain nya .ituada stand dari perusahaan perusahaan besar yang memanfaatkan lokasi lokasi emperan juga karena itu yang dinamakan pkl itu berbagai macam tingkat ekonomi mulai dari pedagang eceran kecil hingga pedagang grosiran bisa saja memanfaat kan lokasi emperan tersebut .


B.IDENTIFIKASI MASALAH

Hal yang kita semua  ketahui adalah timbulnya kemacetan

Seperti gambar berikut ini :

 

 

1.    Poto : ini menunjukan bahwa kaki lima yang kurang tertib fungsi jalan yang tidak terlalu lebar yang seharus nya untuk kendaraan bermotor dan pinggir nya untuk pejalan kaki .tidak berfungsi  

 

 

2.    Poto; ini menunjukan bahwa sebesar apapun jalan raya apabila pihak trantib tidak bisa menertibkan .hampir sampai garis tengah jalan pun masih di isi pedagang

 



 

3.    Bahkan di depan gedung sate Di Bandung pun pedagang kaki lima memajang daganganya Karena tempat tempat keramaian lah yang paling baik untuk berjualan kaki lima .

 

 

 

 

    4 . DEMO PKL

 

 

 

 

 











 

Dikota manapun kita berada di Indonesia ini mulai dari pasar pasar di Desa hingga pasar pasar Di Kota  baik di ibukota kabupaten , ibukota provinsi ,sampai di ibukota Negara , hal seperti yang terlihat pada halaman sebelumnya

1.    Jumlah kios dipasar kurang banyak sehingga orang yang berjualan tumpah ruah kejalan

2.    Jumlah kios memadai akan tetapi tertutup akses masuk ke pasar sehingga lokasi di dalam pasar tidak hidup / sepi

3.    “ HARGA  “kios telrlalu mahal sehingga hanya dapat dibeli oleh orang yang sudah punya modal Besar saja.

4.    Pedagang musiman seperti musim alat tulis menjelang lebaran dll.

 

 c. METODE PEMBAHASAN

Kita coba membahas hal ini agar kita dapat memberikan sedikit  masukan kepada para : pelaksana  ketertiban kota  supaya didalam menertibkan kota tidak hanya menggunakan  cara yaitu dengan penggusuran penyitaan Dan pengrusakan barang dagangan dari pedagang kaki lima tsb. Tanpa Adanya solusi

Tetapi kita lihat mereka adalah cerminan kehidupan masyarakat kita yang membutuhkan penghidupan sebagai mana yang dimiliki oleh orang lain pada umum nya engah terjangan ekonomi global. Maka, di tengah kepungan pasar-pasar modern yang datang berbondong-bondong, pemerintah justru harus melindungi rakyat kecil. Kiranya, pemerintah kota menyediakan ruang yang kondusif bagi kebangkitan ekonomi rakyat, termasuk dengan menyediakan pasar yang representatif.. .
Untuk itulah, pemerintah kota mesti mencari solusi yang bijak. Sebab, pada pasar tradisionillah merupakan cerminan kekuatan perekonomian rakyat. Keberadaan pada pedagang kaki lima, mesti dilindungi dengan memberi tempat yang baik dan mendukung. Pasar yang tersedia sudah tidak cukup lagi menampung aktifitas pedagang kaki lima. Oleh karena itu, perlu sekali ada pembukaan pasar tradisional baru.untuk menempatkan para pedagang kakim lima ini.

Langkah penertiban PKL bukan berarti berjalan mulus. Respon para pedagang kaki lima pun beranekaragam. Ada yang menerimanya sebagai kenyataan pahit yang tak bisa dielakkan lagi. Pasalnya, warga masyarakat sudah paham bahwa menggunakan badan jalan sebagai arena berjualan adalah melanggar aturan. Sehingga jika ada penggusuran, mereka akan pasrah. Namun ada juga yang melakukan perlawanan, termasuk dengan menolak upaya penertiban.


BAB II

A.Pengertian kaki lima : pedagang  kaki lima adalah mereka yang nberjualan atau menjajakan barang dagngan nya tidak pada tempat yang telah di tentukan oleh pemerintah  Daerah setempat

B.kurang tersedianya  wilayah atau tempat untuk berjualan.

C. Faktor pendorong   “Kebutuhan hidup”

 Pengangguran  : Merupakan Hal Yang Paling Di Hindari Oleh orang yang berada di usia produktif ya karena jaman sekarang apa pun barang yang dibutuhkan oleh kita terutama barang yang bersifat komsumtif atau kebutuhan sehari hari tidak lah cukup dengan mengandal kan uang sedikit  bayangkan saja berapa kebutuhan uang kita perhari  untuk memenuhi segala macam keperluan mulai dari makan ,minum.pakaian ,sekolah ongkos Angkutan umum ,bayar listrik ,telepon ,dll

 

D.dampak yangditimbulkan

D. 1 .Dampak Negatif  :: yang di timbulakan ialah pedagang memenuhi trotoar pinggiran jalan ada juga emperan emperan toko yang bila mana kita mau belanja ke toko tsb menjadi susah parkir, susah berjalan karena sempit dan selalu ber desak desakan ,rawan pencopetan dll. Dan selain itu tak jarang muncul bentrok antara petugas dengan para pedagang. .Adalah hal biasa   .  dan kemacetan pun adalah hal biasa walau pun        kita rasakan Sebenar nya Dikala  melewati jalan macet :yang di timbulkan oleh pedagang yang terlalu depan dalam memasang tempat jualanya atau dalam menjajakan dagangannya , kita agak merasa kesal juga soal nya waktu kita didalam menempuh perjalanan  jadi melar apa lagi bila dibelakang pasar yang tentunya pedagang kaki lima nya bahkan lebih banyak di banding pedagang yang ber ada di kios di dalam pasar .
Demikian juga soal alasan kebersihan. Umumnya, daerah badan jalan dan trotoar yang digunakan sebagai arena berjualan biasanya dekat dengan pasar tradisional. Dan daerah tersebut biasanya tidak terjaga kebersihannya. Padahal pasar tradisional bukan berarti dibiarkan kotor. Malahan, bila perlu pasar tradisional, harus lebih bersih dibandingkan dengan pusat keramaian lainnya. Bahkan PARA  PEDAGANG  : yang mempunyai kios di dalam pasar pun ikut ikutan pasang stand Kaki lima ini juga.untuk mengejar omset dan ke untungan.

 

D.2  Dampak positif :

pembeli tidak terlalu berputar putar di dalam pasar kalo dia hanya memerlukan satu atau dua macam barang saja tentunya dia dengan mudah dapat membeli nya di PKL dengan harga yang relative lebih murah walau pun untuk kwalitas tidak jaminan . bisa saja kwalitas nya sama dengan barang di toko bisa saja kwalitas nya kurang bagus . hal itu tergantung dari harga yang di tawar kan dan biasanya barang yang di jual di kaki lima harga nya relative murah

Hal itulah yang menurut pembeli di anggap menarik sehingga dengan harga    obral alias harga murah pembeli merasa butuh oleh pedagang kaki lima .

Dikarenakan  para pembeli sebelum masuk keu pasar terlebih dahulu dia akan melewati para pedagang kaki lima ini dengan demikian barang yan g di jajakan oleh para pedagang kaki lima ini akan lebih cepat laku dari pada barang yang di simpan di toko.
karena terlihat secara jelas oleh orang orang yang lewat . .Dan tidak sedikit Orang Orang yang sekarang meraih kesuksesan di bidang usaha diantaranya dengan memulai sebagai pedagang kaki lima inilah.

E. Solusi pemecahan masalah :

1.    Pedagang kaki lima yang terlalu banyak atau tumpah ke jalan yang menggangu kelancaran arus lalulintas . sebaiknya  ditertibkan di tempat yang tidak mengangu ketertiban umun tetapi bukan di tempat sepi karena bila mereka di tempatkan di tempat sepi yang tidak ada pengunjungnya maka mereka akan memaksa untuk kembali ke tempat semula .

2.    Tanam kan sikap menjaga kebersihan pada para pedagang kaki lima    sebab sampah juga harus di minimalisir

3.    Sosialisasikan menjaga ke lancaran arus pejalan kaki dan arus kendaraan .karena biasanya pedagang kaki lima  bila mana kurang pengawasan akan terus menambah panjang xlebar tempat jualannya  sehingga ketertiban arus pun terganggu

4.    Menjaga lingkungan dariu kejahatan missal penjambretan ,pencopetan , hipnotis , penipuan dll.

5.    Menjaga persaingan diantara pkl supaya sehat.

6.    Bagi para Trantib  ( petugas dilapangan ) yang mengatur ketentraman dan ketertiban . Di usahakan jangan sampai menggunakan cara cara kekerasan dalam menertibkan PKL.

                                          Kesimpulan dan saran

 

Kesimpulan :  
PKL merupakan bagian dari rakyat Indonesia yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama
UNTUK MEMPERBAIKI NASIB PKL (PEDAGANG KAKI LIMA)
PKL jangan "Dimusnahkan", akan tetapi PKL DI SELAMATKAN DI BINA, dan Dilokalisasi .di tempat yang Tidak sepi pengunjung. .seperti contoh di lapangan Dadaha  kota TASIKMALAYA Para PKL .tiap hari minggu  dikasih  tempat untuk berjualan tetapi waktunya dari pagi sampai jam 12 siang
Semua tumpah ruah disitu tetapi arus kendaraan tidak macet mulai dari pernak pernik hingga dealer motor keliling ada di dadaha ini, dan saya pun sebagai penulis suka sekali dengan tempat ini..


Saran :
Sebaiknya PKL dibina sampai menjadi "SUKSES", bukan di"BASMI" hingga terpaksa karena penganggur di Indonesia tidak ditanggung oleh negara hidupnya , lain halnya seperti dinegara-negara Eropa dan Amerika serta Australia. Indonesia penganggur  tidak ditanggung negara,.
Kecuali orang yang sudah tua melalui BLT tetapi halitupun tidak sampai memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya.dan untuk generasi muda hal itu malah kurang mendidik. Pengertian melanggar Ketertiban umum dikaitkan dengan razia PKL harus di rumuskan kembali.Se orang ustad mengatakan Karena menurut Hadis: Nabi Muhammad SAW 90% kekayaan berasal dari “BERDAGANG.”








                                                TERIMAKASIH.

DAFTAR PUSTAKA




0 komentar:

Poskan Komentar

RUANG RIUNG

MAU PASANG BANNER SILAHKAN: Kotak yang atas untuk gambar misal : http://images.cooltext.com/1478198.png Kotak Bawah untuk alamat blog misal: http://ahmadsyahbio.blogspot.com












>



KLIK TOMBOL ATAS
Related Posts with Thumbnails